Berita

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Yuk Kenali 5 Pahlawan Nasional Wanita, Hari Pahlawan
on 10-11-2018
  • ux
  • marketing
  • events


 


1.       Nyi Ageng Serang


Lahir di Desa Serang pada tahun 1762, ia merupakan salah satu anak dari pangeran penguasa Serang. Meski demikian, ia tak segan ikut mengusir penjajah di daerah Kulonprogo kala itu. Peran beliau amat besar, yakni mengatur strategi dan taktik supaya kelompoknya menang dalam berperang. Salah satu taktik yang dianggap paling cemerlang adalah mengelabui musuh dengan menyamar menjadi semak memakai daun lambu.


2.       Dewi Sartika


Dewi Sartika merupakan sosok yang memperjuangkan emansipasi wanita, seperti RA Kartini. Dewi Sartika menanamkan nilai-nilai bahwa kaum wanita juga bisa bersekolah sama seperti pria dan meninggalkan jejak berupa sekolah-sekolah yang makin berkembang di era sekarang ini.


3.       Malahayati


Tahun 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan beberapa nama Pahlawan Nasional baru. Salah satunya yaitu Keumalahayati atau lebih dikenal sebagai Malahayati. Wanita berdarah Aceh ini berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia penah membentuk sebuah pasukan yang diberi nama Armada Janda. Ia mengumpulkan para janda yang ditinggal mati suami yang berperang melawan Portugis. Malahan, saat pasukan Belanda yang dipimpin Cornelis De Houtman ingin menembus batas pertahanan negara di Aceh, ia berani menghadapi sendiri Cornelis De Houtman.


4.       Maria Walanda Maramis


Setelah dipinang oleh seorang guru yang mengajar bahasa Belanda serta mempelajari bahasa tersebut, ia kemudian memiliki ide untuk mengubah pola pikir masyarakat di daerahnya. Beberapa peraturan adat Minahasa menurutnya mempersempit ruang gerak wanita untuk lebih maju. Ia kemudian mendirikan organisasi perempuan dengan nama Percintaan Ibu kepada Anak Temurunnya, atau PIKAT.


5.       Martha Christina Tiahahu


Sejak remaja, ia telah ikut berperang melawan penjajah Belanda. Bahkan setelah ayahnya tewas, ia tak larut dalam kesedihan dan bangkit kembali melawan Belanda. Sayangnya, ia kemudian tertangkap bersama 39 pemberontak lainnya. Dibawa ke Jawa dan akan dipekerjakan. Di atas kapal, ia tetap melakukan pemberontakan dengan cara menolak untuk makan dan minum. Ini membuat keadaannya makin buruk hingga dinyatakan meninggal di atas kapal Belanda.


 


 


 


 


Comments(30)

Sean on 23 May 2015, 10:40AM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Strong Strong on 21 May 2015, 11:40AM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Emma Stone on 30 May 2015, 9:40PM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Nick Nilson on 30 May 2015, 9:40PM

Cras sit amet nibh libero, in gravida nulla. Nulla vel metus scelerisque ante sollicitudin commodo. Cras purus odio, vestibulum in vulputate at, tempus viverra turpis.

Leave A Comment